Langsung ke konten utama

Kamu Harus Tanggung Jawab!!!

iihh... kiut banget, duh ini bagus, eh cocok warnanya, duh kan aku jadi pengen... dan, bla bla bla lainnya..

begitulah saat melihat sesuatu yang hanya berdasarkan pengen tanpa tau itu tuh buat apa, bermanfaat gak, butuh banget gak. hanya hati nurani yang tahu :D

Sejak lahir kedunia, sejak tau baik buruknya sebuah perkara, dan sudah bisa membedakan antara warna peach, pink, magenta, baby pink, coral, krem, dan merah kuning hijau itu artinya sudah ada pengadilan yang akan kamu datangi untuk menjelaskan perkara apa yang sudah dikerjakan.

''Seseorang tidak akan mendapatkan apapun selain apa yang telah dikerjakan", begitulah kira2 bunyi hukumnya :D.

Biasanya, orang kalau sudah pingin, pasti berusaha memenuhi apa yg dipingini. Termasuk pingin ngoleksi barang2 pakai yang ga bisa kadaluwarsa tapi selalu saja merasa kurang. Khususnya nih kaum ibu2, iya, kaum ibu yang sudah beneran jadi ibu dan ibu yang belum menjadi ibu..hhaa.. Yang selalu bilang gak punya baju padahal lemarinya penuh tak ada ruang kosong, yang selalu bilang gak punya warna jilbab tertentu padahal warna yang baru belipun sama semua, yg bilangsandal sepatunya sudah jelek padahal masih pantes dipake..

keinginan manusia memang tak terbatas. Tapi tergantung manusianya bisa menahan nafsu dalam gejolak keinginan itu atau menyalurkan nafsu inginnya yang tak terbatas tersebut.

Pernah baca postingan dari sebuah akun selebgram yang sudah hijrah gitu sekitar tahun 2015an, awalnya dia suka banget ngoleksi2 barang2 dan sering nerima endorse barang yang muslimah banget gitu, misal hijab gamis sepatu jam tangan tas etc, dan setelah sadar bahwa barang yang kita miliki, apapun itu, akan dihisab nanti diyaumul akhir meski hanya jarum pentul sekalipun. Nah sejak saat itu si seleb yang terkenal karena actingnya disebuah drama webseries islami ini akhirnya berhenti nerima endorsment dari produk manapun. Dia juga menshare kiatnya supaya tidak suka mengoleksi barang2, jadi cukup punya satu aja, misal sepatu buat jalan, ga usah beli dan jangan tertarik saat melihat ditoko2, anggap itu godaan yang menyesatkan, sepatunya dipakai aja sampe bener2 buluk baru bisa ganti baru...

Pernah juga baca dibuku tentang manajemen homegoods, intinya semua barang yang ada dirumah kita itu harus termanajamen, ntah penyimpanannya, cara perawatannya dan cara bijak memanfaatkannya. Karena yg kita miliki pasti akan meminta tanggung jawab, jadi, tiap punya barang baru yang butuh dan haru kita beli maka usahakan ada barang lama yang harus kita keluarkan, bisa dgn dihibahkan pada yang lebih membutuhkan jadi bukan dibuang, malah mubadzir :C.... 

Nah, ini yang penting, apa yang kita miliki, yang melekat dibadan dan bisa lepas dari badan, harus kita pastikan mereka akan mempersaksiakan kelak diakhirat bahwa kita menggunakannya untuk ibadah. Kata Ustadz Adi Hidayat, jika kita punya barang baru, paling tidak kita bawa untuk ibadah paling tidsak sekali saja selama kita memilikinya, baju misalnya, saat dapat baru, langsung dah pakai baju itu untuk sholat sunah, jangan langsung dibawa ke Mall.. agar kelak si baju itu mempersaksikan bahwa ia dibawa untuk beribadah oleh pemiliknya... 

Ngeri memang, tapi itulah yang harus dipercaya, bahwa apa yang kita lakukan, yang kita amalkan, yg kita simpan dna kita milikiki semua akan meminta tanggung jawab!!!! Sudah siapkah kita bertanggung Jawab?????



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Hasil Kunjungan Lapang RSAL dr. Ramelan

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KLINIK REKAM MEDIK 1 (PKRM 1) “GAMBARAN PELAKSANAAN MANAJEMEN UNIT REKAM MEDIK DAN INFORMASI KESEHATAN di RSAL dr. RAMELAN SURABAYA”   OLEH: KELOMPOK 1 ( B ) PROGRAM STUDI REKAM MEDIK JURUSAN KESEHATAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2016 GAMBARAN PELAKSANAAN MANAJEMEN UNIT REKAM MEDIK DAN INFORMASI KESEHATAN di RSAL dr. RAMELAN SURABAYA KELOMPOK 1 ( B ) KETUA KELOMPOK         : Rendy Ardiansyah                           (G41150562)               ANGGOTA KELOMPOK   : 1. Dewi Wardah                            ...

Hanya ingin menjadi Qonita..

BAGAI TUTUP PANCI             Yah, namanya juga belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk its okay saja. Kalau sedang butuh ya dipakai, tidak butuh ya tidak dihiraukan. Dibuat pajangan ditempatnya, tanpa disentuh sekalipun. Eitss, tapi kalimat tidak bisa membedakan yang baik dan mana yang buruk itu hanya buat anak kecil saja ya. Untuk yang sudah baligh sepertinya sudah bisa ya membedakan. Nah, sama halnya dengan seorang perempuan yang menjaga tubuhnya, kalau mau keluar rumah tidak lupa kulitnya dioles bodylotion dulu takut rusak atau hitam terkena sinar matahari. Rambutnya di conditioner dulu biar tetap licin dan mudah diatur, juga tidak lupa atur poni miring kiri atau miring kanan. Semua itu dilakukan karena mereka sudah tahu dan   menganggap tubuh itu harus dilindungi dan diperindah agar nampak sedap dipandang.             Padahal untuk kaum hawa yang suka ...

Aku sudah Hijrah!!

Aku bilang,  "aku sudah hijrah! " Tapi ternyataaa....  Akhlakku masih buruk,  Sehingga orang disekitarku tak nyaman didekatku...  Tapi ternyata....  Bicaraku masih tak pantas Banyak hati yg tersakiti atas ucapan bibir ini Bahkan aib orang tak lain turut keluar bersama mulut ini Tapi ternyata....  Hatiku masih berpenyakit,  Senang melihat orang lain sedih Sedih melihat orang lain senang, Sering memosting perihal agama Tapi amalanku sangatlah sedikit Terkadang mampu merangkai kata bijak Padahal minim ilmu Dan, belajarpun jarang Kupikir, aku sudah hijrah Tapi ternyata aku hanya memakai topeng Aku ingin terlihat baik dihadapan Nya Tapi ternyata aku hanya ingin baik dihadapan penduduk bumi.. #selfreminder